Tampilkan postingan dengan label Kisah pemburuan si Pengguna rantai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah pemburuan si Pengguna rantai. Tampilkan semua postingan

09/05/12

Awal Memburu Si Pengguna Rantai

Kurotopi melacak keberadaan Kurapika melalui scarlet eyes copy-an nya
Setelah rahasia Hisoka terbongkar, Genei Ryodan memutuskan untuk tetap berada di York Shin dan segera memburu si pengguna rantai (Kurapika). Dari analisa yang mereka pikirkan, mereka mendapat kesimpulan bahwa selain menghabisi Genei Ryodan si pengguna rantai juga begitu menginginkan scarlet eyes. Oleh sebab itu Genei Ryodan mencoba melacak keberadaan Kurapika melalui scarlet eyes copy-an Kurotopi yang dibawanya. Ini dapat dilakukan melalui kemampuan Nen Kurotopi yang mampu melacak sesuatu dari copy-an nya. Dari hasil pelacakan nya ternyata scarlet eyes sedang berada di sebuah hotel di York Shin yang menjadi penginapan Neon Nostrad dan bodyguardnya. Seketika itu pula, Kuroro bersama Nobunaga, Pakunoda, Kurotopi, Machi dan Shizuku berangkat menuju kesana, sedangkan sisanya tetap berada di markas.

Gon meminta agar judgment chain Kurapika ditancapkan di jantungnya
Sementara itu Kurapika menyusun strategi untuk menyerang Genei Ryodan. Killua bertugas untuk mengawasi gerakan Genei Ryodan dengan berjaga di sekitar markas mereka dan Leorio bertugas untuk transportasinya. Sedangkan Gon bertugas yang paling vital, yakni menjadi umpan atau mengalihkan perhatian Genei Ryodan padanya. Kemudian Kurapika dapat menangkap mereka menggunakan rantai Nen nya dengan durasi waktu 0.5 detik hingga 1 detik. Meskipun secepat itu namun Gon tetap tidak begitu yakin dengan dirinya dapat melakukan itu atau tidak karena dia pernah merasakan betapa mengerikannya berhadapan dengan Genei Ryodan meski cuma 1 detik. Hingga akhirnya Gon meminta Kurapika untuk menancapkan Judgment Chain pada nya, ini dimaksudkan untuk mengantisipasi resiko terburuk jika rencana yang dibuat Kurapika gagal dan Gon ditangkap oleh Genei Ryodan. Setelah diskusi tentang pro dan kontra rencana ini, akhirnya Killua dan Leorio juga meminta Kurapika menancapkan Judgment Chain pada mereka. Namun Kurapika menolaknya. Dia berpikir tidak perlu untuk melakukannya karena dia percaya pada teman-temannya, selain itu dia juga yakin rencananya akan berhasil tanpa mengorbankan teman-temannya.

Bangunan markas Genei Ryodan bertambah jumlah
Rencana pun kemudian dimulai. Killua pergi menuju ke markas Genei Ryodan. Namun setelah sampai pada radius tertentu dari markas dia bingung karena bangunan markas Genei Ryodan jumlahnya bertambah banyak. Padahal sebelumnya dia yakin kalau jumlahnya hanya satu ketika dia dan Gon sempat ditangkap oleh Machi dan Nobunaga. Killua langsung menganilisis tentang hal ini yang kemungkinan merupakan jebakan dari Genei Ryodan. Markas yang berjumlah banyak ini sebenarnya adalah copy-an yang dibuat oleh kemampuan Nen Kurotopi atas intruksi dari Kuroro. Ini dilakukan setelah Machi memberitahu Kuroro kalau sebelumnya ada dua bocah (Gon dan Killua) yang mengetahui tentang lokasi markas mereka. Machi khawatir kalau kedua bocah itu ada hubungannya dengan pengguna rantai berdasarkan firasatnya. Kuroro yang percaya pada firasat Machi karena sering kali akurat langsung menginstruksikan Kurotopi untuk mebuat copy-an bangunan markas dalam jumlah yang banyak untuk mengecoh musuhnya. Setelah itu Killua pun melaporkan kondisi ini pada Kurapika untuk meminta bantuan. Sempat berpikir sesaat akhirnya Kurapika meminta bantuan Senritsu (Melody) untuk menolong Killua menemukan bangunan markas Genei Ryodan yang asli.

Misi Genei Ryodan dimulai
Senritsu (Melody) pun lansung bergegas menuju lokasi Killua. Tak berlangsug lama, mereka pun bertemu. Setelah itu mereka melihat Kuroro dan anggota Ryodan yang lain sedang bergerak keluar dari markas. Kondisi pun langsung diberitahukan Kurapika. Kemudian mereka pun mengawasi Kuroro dan anggota Ryodan yang lainnya dari jarak jauh untuk mengetahui mau kemana sebenarnya mereka tanpa ketahuan. Setelah lama diawasi ternyata Kuroro dan anggota Ryodan yang lain bergerak menuju ke stasiun kasutsure. Killua dan Senritsu (Melody) pun terus mengikutinya, dan setelah diusut lebih dalam, ternyata mereka menuju kearah stasiun rippai di pusat kota York Shin yang kebetulan searah dengan lokasi penginapan Neon Nostrad dan bodyguardnya di hotel beichitaku. Kurapika pun langsung bergerak menuju ke arah stasiun rippai tersebut dan menunggu disekitar sana bersama Leorio dan Gon dalam mobil serta tidak lupa memberitahukan pada Sukuwara yang berada dalam hotel untuk segera kabur karena Genei Ryodan sedang berencana menuju kesana.


08/05/12

Tertangkap untuk yang kedua kalinya

Kuroro memberi instruksi
Genei Ryodan tiba di stasiun rippai pusat kota York Shin dan mulai untuk menuju hotel beichitaku tempat Neon Nostrad dan bodyguardnya menginap yang jaraknya cukup jauh. Kurapika yang melihat mereka dari jarak jauh mulai menunjukkan emosi balas dendam nya. Sebelum mulai bergerak, Kuroro memberi instruksi pada anggota Genei Ryodan yang lain untuk menjaga jarak demi melindungi satu dengan yang lainya, selain itu Pakunoda di minta untuk mengintrogasi tentang insiden Ubogin saat mereka berhasil menangkap musuhnya sedangkan selanjutnya Nobunaga bebas melakukan apa yang dia inginkan. 

Genei Ryodan mulai bergerak kearah hotel beichitaku
Setelah itu tak disangka ternyata Genei Ryodan menuju kearah lokasi targetnya dengan berlari tanpa menggunakan kendaraan. Mereka berlari dengan sangat cepat hingga mereka dikira adalah ninja oleh orang-orang yang dilewatinya. Melihat gerakan Genei Ryodan yang sangat cepat ini, membuat Kurapika berpikir tidak mungkin mengejar mereka jika menggunakan mobil karena di pusat kota York Shin jelas rawan kemacetan. Oleh karena itu dia tiba-tiba turun dari mobil dan langsung mengejar Kuroro dan anggota Genei Ryodan yang lain dengan kecepatan tinggi pula.

Killua menghubungi Kurapika untuk memintanya berhenti
Reaksi Kurapika ini mengejutkan Gon dan Leorio, mereka menganggap tindakan Kurapika ini sangat membahayakan. Meski sempat berusaha untuk menghentikannya namun Kurapika mengacuhkannya. Melihat kondisi ini Gon pun ikut keluar dari mobil untuk mengejar Kurapika. Setelah itu tiba-tiba Killua menelepon Kurapika yang sedang mengejar. Dia mau melaporkan tentang Genei Ryodan yang mulai bergerak kembali, Kurapika pun menanggapinya dan memberitahukan pula kalau dia sedang mengikuti perrgerakan Genei Ryodan atau lebih tepatnya mengejar mereka. Hal ini sontak membuat Killua terkejut sehingga dia langsung meminta Kurapika menghentikan upayanya tersebut karena sangat berbahaya, namun hal itu diacuhkan Kurapika begitu saja dan langsung mematikan handphonenya. 

Killua dan Senritsu ikut mengejar kearah Kurapika
Kemudian Killua ganti menelepon Leorio, dia menanyakan apa yang terjadi pada mereka. Leorio pun memberitahukan kalau Kurapika dan Gon sedang bergerak mengejar Genei Ryodan, sedangkan dirinya sendiri mengejar dengan menggunakan mobil. Hal ini tentu membuat Killua khawatir sehingga dia memutuskan untuk mengejar Genei Ryodan pula dan disusul oleh Senritsu (Melody).

Sukuwara kabur menggunakan mobil dan membawa scarlet eyes copy-an
Disaat Genei Ryodan sedang menuju kearah hotel beichitaku, Sukuwara yang telah diperingatkan Kurapika juga telah melarikan diri dan membawa scarlet eyes copy-an juga dengan menggunakan mobil. Keadaan ini pun dapat dibaca oleh Kurotopi dan langsung dilaporkan pada Kuroro. Disatu sisi Genei Ryodan juga menyadari kalau mereka sedang diikuti. Tentu hai ini membuat mereka bingung tentang kebeadaan si pengguna rantai (Kurapika), apakah di hotel yang mereka tuju ataukah orang yang sedang mengejar mereka, terutama Nobunaga yang sangat terobsesi untuk membalaskan dendam Ubogin.

Kuroro, Machi dan Shizuku tiba-tiba berbalik kebelakang
Setelah itu Kuroro memberi instruksi untuk memisah menjadi dua bagian grup, yang satu menuju ke arah scralet eyes copy-an yang terdiri dari Nobunaga, Kurotopi, dan Pakunoda, sedangkan grup yang satunya lagi menghadang seseorang yang sedang mengejar mereka. Strategi pun dimulai, Kuroro, Machi dan Shizuku tiba-tiba berhenti dan menghadap ke arah belakang mereka. Hal ini sontak mebuat Kurapika dan Gon kaget dan seketika itu pula langsung melompat kearah samping untuk bersembunyi. Meski bergerak sekilas namun gerakan mereka masih terlihat oleh Machi. Kuroro pun langsung menginstruksikan pada Machi dan Shizuku untuk menggunakan Gyo

Kurapika dalam posisi siap bertarung
Gerekan beberapa anggota Genei Ryodan yang berhenti ini juga disadari oleh Senritsu (Melody) dan langsung mengira kalau Kurapika dan Gon mungkin telah tertangkap basah. Tentu ini membuat Killua khawatir dan langsung bergerak kearah mereka dengan cepat. Disisi lain Kurapika telah bersiap dengan ancang-ancang menyerang. Gon yang melihat Kurapika tersebut sangat khawatir karena dia menganggap meski Kurapika kuat namun jika yang dihadapinya adalah 3 orang anggota Genei Ryodan jelas tidak ada kemungkinan untuk menang.

Gon dan Killua ditangkap atas instruksi Kuroro
Dalam situasi seperti ini, Kuroro, Machi dan Shizuku kemudian bergerak perlahan ke arah Kurapika yang bersembunyi dibalik dinding dan Gon yang bersembunyi dibalik tong sampah. Setelah cukup dekat, tiba-tiba Gon menampakkan dirinya pada Genei Ryodan. Saat Machi menyuruh orang yang satunya keluar, bukanlah Kurapika yang muncul melainkan Killua lah yang muncul secara tiba-tiba. Ketika ditanya mengapa mereka Gon dan Killua mengikuti mereka, Gon dan Killua pura-pura berdalih kalau mereka masih ingin mendapatkan uang dari komunitas mafia dengan menangkap anggota Genei Ryodan, padahal Genei Ryodan tahu kalau hal semacam itu sudah tidak berlaku lagi sekarang namun Gon dan Killua pura-pura tidak tahu. Seketika itu pula Machi langsung menangkap mereka berdua setelah mendapat instruksi dari Kuroro untuk di interogasi nantinya serta menginstruksikan untuk membunuh mereka berdua jika mereka melakukan perlawanan. Dengan kondisi seperti ini tentu memuaskan bagi Gon dan Killua karena jati diri Kurapika masih belum terungkap oleh Genei Ryodan, namun tidak untuk Kurapika yang menurut Senritsu (Melody) telah mengorbankan teman-temannya dalam keadaan bahaya gara-gara tidak bisa menahan emosinya.